Purwokerto – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Kementerian Perempuan dan Sumber Daya Mahasiswa DEMA UIN Saizu menyelenggarakan kegiatan bertajuk Women Empowerment yang berlangsung pada Selasa, 22 April 2025 di Auditorium UIN Saizu. Acara ini menjadi bagian dari komitmen DEMA UIN Saizu dalam memperkuat peran perempuan dan menyuarakan pentingnya ruang aman serta kesetaraan di lingkungan kampus dan masyarakat luas.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan dan pengalaman. Dr. Ida Novianti, M.Ag., selaku perwakilan dari Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN SAIZU, membuka diskusi dengan membahas pentingnya kehadiran PSGA dalam membangun ruang aman yang inklusif dan responsif terhadap isu-isu keperempuanan, khususnya bagi mahasiswa.
Pembicara kedua, Beta Kustiana, S.H. dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKB3A) Kabupaten Banyumas, menyampaikan materi terkait pentingnya kesadaran hukum dalam menghadapi dan melaporkan kasus kekerasan seksual. Ia menekankan bahwa pemahaman hukum menjadi alat penting dalam memberdayakan perempuan serta menciptakan sistem perlindungan yang lebih efektif.
Sementara itu, Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag., M.Si., M.A., Ph.D., yang juga merupakan Komisioner Komnas Perempuan RI periode 2020–2025, memberikan pandangan mendalam mengenai peran perempuan sebagai agen perubahan. Ia mengajak peserta untuk menilik lebih jauh peran perempuan dalam membangun kesadaran kolektif terhadap isu-isu krusial seperti kesehatan mental dan tekanan sosial yang kerap dihadapi kaum perempuan dalam berbagai ranah kehidupan.
Acara yang dimoderatori oleh Putri Ayu Cahyaning Wulan ini berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Para mahasiswa dari berbagai fakultas turut aktif berdiskusi dan bertanya, mencerminkan kepedulian dan semangat kolaboratif dalam menciptakan ruang yang lebih adil, aman, dan memberdayakan.

